#FreePhil Bahasa Indonesia

UPDATE 31-01-2020: Philip Jacobson, editor asal Amerika yang bekerja untuk media berita lingkungan nirlaba Mongabay, dideportasi dari Indonesia hari ini, 31 Januari 2020, lebih dari enam minggu setelah pihak berwenang di kota Palangkaraya menahannya atas dugaan pelanggaran visa.

Philip Jacobson, editor pemenang penghargaan untuk outlet berita sains lingkungan Mongabay.com, ditangkap karena dugaan pelanggaran visa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 21 Januari. Dia saat ini berada di  rutan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kami sedang mencari solusi agar kasus Phil segera dihentikan, dan deportasi Phil dari Indonesia dapat segera dilakukan, sehingga ia dapat kembali ke rumah untuk melihat keluarganya.

Philip Jacobson at the Palangkaraya Class II detention center on January 22, 2020. Photo country of Yusi.

Phil telah sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang di Palangkaraya. Kami bermaksud untuk terus bekerja dengan itikad baik dengan pihak berwenang Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini. 

Pendiri Mongabay Rhett A. Butler pada 22 Januari 2020

Jacobson, 30, pertama kali ditahan pada 17 Desember 2019 setelah menghadiri sidang antara DPRD Kalimantan Tengah dan cabang lokal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kelompok advokasi hak adat terbesar di Indonesia.

Dia telah melakukan perjalanan ke Palangkaraya tidak lama setelah memasuki Indonesia dengan visa bisnis untuk serangkaian pertemuan. Pada hari ia akan pergi, otoritas imigrasi menyita paspornya, menginterogasinya selama empat jam dan memerintahkannya untuk tetap di kota sambil menunggu penyelidikan.

Pada 21 Januari 2020, lebih dari sebulan kemudian, Jacobson secara resmi ditangkap dan ditahan. Dia diberitahu bahwa dia menghadapi tuduhan melanggar undang-undang imigrasi 2011 dan hukuman penjara hingga lima tahun.

Philip Jacobson.

Phil ditahan setelah menghadiri pertemuan dengan DPRD Kalimantan Tengah. Organisasi hak-hak adat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengundangnya untuk hadir, untuk belajar tentang masalah yang sedang dibahas di sana. Dia tidak dikirim ke sana dengan tugas khusus dan kami tidak mengetahui adanya dugaan dia melakukan wawancara jurnalistik yang dilakukan oleh imigrasi. Imigrasi hanya mengungkapkan bahwa mereka menuduh kegiatannya “tidak sesuai dengan maksud dan tujuan” dari visa bisnisnya.

Pendiri Mongabay Rhett A. Butler pada 22 Januari 2020

Penangkapan Jacobson dilakukan tak lama setelah Human Rights Watch mengeluarkan laporan yang mendokumentasikan meningkatnya kekerasan terhadap aktivis dan aktivis lingkungan di Indonesia, dan di tengah meningkatnya perasaan bahwa suara-suara kritis ditekan.

Update Perkembangan

Philip Jacobson, editor Mongabay, telah dipindahkan dari pusat penahanan Kelas II Palangkaraya ke ‘penahanan kota’ di Palangkaraya (24 Januari 2020) setelah 4 hari di rutan kelas II Kota Palangkaraya.

Proses ini dapat berjalan setelah kuasa hukum Philip mengajukan penangguhan penahanan yang dikabulkan oleh pihak imigrasi.

Meski Philip sekarang sudah bisa menghirup udara bebas di luar tahanan, namun sebagai subyek hukum dia belum bebas, sementara proses hukum masih berjalan.

Kami bersyukur bahwa pihak berwenang telah membuat akomodasi ini dan tetap berharap bahwa kasus Phil dapat diperlakukan sebagai masalah administrasi daripada pidana. Kami berterima kasih kepada semua orang atas dukungan berkelanjutan mereka.

Pendiri Mongabay Rhett A. Butler pada 24 Januari 2020

Kami menyerukan agar kasus Philip seharusnya di hentikan karena Philip bukan pelaku tindakan kriminal maupun kejahatan yang bisa membahayakan negara.

Link to siaran pers

Pernyataan dukungan

Mengambil tindakan

Kami meminta agar para pemimpin di Indonesia dapat mempertimbangkan kembali perihal pemenjaraan Phil ini.

Kami hanya ingin agar masalah ini dapat segera diselesaikan. Dalam hatinya, Phil teramat cinta pada Indonesia dan masyarakatnya. Kami berharap agar ia dapat segera dideportasi setelah ia dibebaskan.

TWEET

SHARE ON FACEBOOK

Pak @jokowi, mohon bebaskan jurnalis AS, Philip Jacobson. Lindungi kebebasan pers dan demokrasi! https://freephiljacobson.com/ #freephil